Configuration ubuntu server

Configuring Static ip address in Ubuntu server

Ubuntu installer has configured our system to get its network settings via DHCP, Now we will change that to a static IP address for this you need to edit Edit /etc/network/interfaces and enter your ip address details (in this example setup I will use the IP address 172.19.0.10):

sudo vi /etc/network/interfaces

and enter the following save the file and exit

# The primary network interface

auto eth0
iface eth0 inet static
address 172.19.0.10
netmask 255.255.255.0
network 172.19.0.0
broadcast 172.19.0.255
gateway 172.19.0.1

Now you need to restart your network services using the following command

sudo /etc/init.d/networking restart

You need to setup manually DNS servers in resolv.conf file when you are not using DHCP.

sudo vi /etc/resolv.conf

You need to add look something like this

search domain.com

nameserver xxx.xxx.xxx.xxx

Install SSH Server

If you want to access your server remotely through SSH you need to install SSH server for this you need to run the following command

sudo apt-get install ssh openssh-server

You will be prompted to insert the installation CD again and this will complete SSH server in your Gutsy lamp server.This is really simple and easy server installation for new users and who wants a quick server.

GUI Installation for Ubuntu LAMP Server

Option1

If you are a new user and not familiar with command prompt you can install GUI for your ubuntu LAMP server for this you need to make sure you have enabled Universe and multiverse repositories in /etc/apt/sources.list file once you have enable you need to use the following command to install GUI

sudo apt-get update

sudo apt-get install ubuntu-desktop

The above command will install GNOME desktop if you want to install KDE desktop use the following command

sudo apt-get install kubuntu-desktop

Optio2

Installing Webmin in Ubuntu Gutsy Gibbon

Webmin is a web-based interface for system administration for Unix. Using any modern web browser, you can setup user accounts, Apache, DNS, file sharing and much more. Webmin removes the need to manually edit Unix configuration files like /etc/passwd, and lets you manage a system from the console or remotely.

You can install webmin for your server web interface to configure apache,mysql servers.Now we will see how to install webmin in Ubuntu 7.10

Preparing your system

First you need to install the following packages

sudo apt-get install perl libnet-ssleay-perl openssl libauthen-pam-perl libpam-runtime libio-pty-perl libmd5-perl

Now download the latest webmin using the following command

wget http://prdownloads.sourceforge.net/webadmin/webmin_1.370_all.deb

Now we have webmin_1.370_all.deb package install this package using the following command

sudo dpkg -i webmin_1.370_all.deb

This will complete the installation.

Ubuntu in particular don’t allow logins by the root user by default. However, the user created at system installation time can use sudo to switch to root. Webmin will allow any user who has this sudo capability to login with full root privileges.

Now you need to open your web browser and enter the following

https://your-server-ip:10000/

Now you should see similar to the following Screen

Once you enter into the webmin you should see similar to the following screen

If you want to configure Apache,Mysql server you need to click on Servers on your lefthand side you should many servers are ready to configure

This is very Easy to configure most of the servers and Enjoy your new Ubuntu Gutsy Gibbon LAMP Server

Iklan
Ditulis dalam Linux. Leave a Comment »

MEMBUAT EMAIL SERVER

Kali ini saya akan membahas bagaimana caranya membuat mail server pada Sistem
Operasi Windows 2003 Server. Alasan saya Kenapa menggunakan Windows 2003
server untuk membuat mail server? Karena kebetulan ditempat kerja saya untuk
sistem operasi Server jaringannya mengunakan Windows 2003 Server? Dan mungkin
ada yang bertanya “kenapa tidak pakai Linux?” alasannya singkat seperti telah
disebutkan sebelumnya, alasan lainnya karena memang pertama kali saya
mempelajari Sistem Operasi Jaringan yaitu berbasis windows ketika masih kuliah,
meskipun perlahan-lahan saya juga sedang mempelajari administrasi jaringan Linux.
Adapun nanti yang akan saya bahas yaitu Membuat Mail Server dengan mengunakan
fitur, fasilitas dan fungsi yang terdapat di Windows 2003 Server, instalasi Mail Server,
Konfigurasi E-mail server serta konfigurasi E-Mail client dengan menggunakan
Outlook Express, untuk Implementasinya saya menggunakan Windows 2003 Server
Enterprise Edition, yang jelas software windows 2003 yang saya gunakan ini didapat
ketika saya mengikuti Acara workshop Windows 2003 Server Training Microsoft
Certified Sistem Engineer yang diselenggarakan oleh Microsoft User Group
Indonesia (MUGI) Priangan, yang dilaksanakan di Kampus AMIK Garut awal
tahun 2005 dan saat itu kebetulan saya tengah menyelesaikan program Diploma 3
dibangku kuliah. Tapi bagi anda yang ingin mengimplementasikannya silahkan cari
sendiri Software Windows 2003 servernya, karena saya tidak menyarankan anda
untuk menggunakan software bajakan ^_^. Baiklah sudah cukup introduksinya mari
kita mulai pembahasannya ?.
Munkin semua orang sudah tahu bahwa Sistem Operasi Windows 2003 Server
merupakan sistem operasi produk Microsoft yang digunakan sebagai sistem operasi
untuk jaringan Client/Server dan jaringan peer to peer. Windows 2003 server juga
merupakan pengembangan lebih lanjut dari windows 2000 Server. Windows 2003
Server juga dikenal dengan nama Windows .Net Server
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan
secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus
atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap
dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin
terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
Windows 2003 Server memiliki memiliki beberapa fungsi server antara lain:
· File and Printer Sharing
· Web Server and Web Application Services
· Mail Server
· Terminal Server
· Remote Access and Virtual Private Network
· Directory Service
· Domain Name Sistem (DNS)
· DHCP Server
· Windows Internet Naming Service (WINS) Server
· Streaming Media Server
E-Mail Server
E-Mail atau electronic mail merupakan layanan yang utama di internet selain web.
Windows 2003 menyediakan service e-mail tanpa harus menggunakan software
khusus seperti Microsoft Exchange.
E-Mail service di Windows 2003 Server mendukung 2 protokol utama yaitu POP3
(Post Office Protocol version 3) digunakan untuk mengambil e-mail diserver yang
bekerja di Port TCP 110 dan SMTP (Simple Mail Transfer Protokol) digunakan untuk
mengirim e-mail ke tujuan yang bekerja di port TCP 25.
Untuk mengirim e-mail ke suatu tujuan maka kita memerlukan e-mail Address.
Adapun E-Mail Address Mempunyai Format Sebagai Berikut :
namaanda@domain
Misalnya dedekurniadi@amikgarut.ac.id (dibaca dedekurniadi at amikgarut dot ac
dot id)
Dalam proses pengiriman dan penerimaan e-mail user bisa menggunakan e-mail client
yang terinstall di Windows Maupun Linux misalnya, Microsoft Outloox, Mozilla
Thunderbird, Eudora dan program e-mail lainnya. Baiklah saya mulai tahap-tahap
pembuatan Mail Server. Sebelumnya saya asumsikan anda sudah menginstal windows
2003 server di PC anda
Instalasi E-Mail Server
E-Mail services dapat diinstall dari windows Component di Add Remove Program.
Caranya :
1. Klik Start Menu | Control Panel | Add Remove Program kemudian tampil
dialog Add/Remove Program.
2. Klik pilihan Add/Remove Windows Component
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
3. Beri tanda ceklis untuk pilihan E-mail service kemudian klik Next.
4. Tunggulah hingga proses penginstalaan component selesai, setelah itu klik
tombol Finish.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
Konfigurasi E-Mail Server
1. Buka POP 3 Service Console dari Menu Start | Programs | Administrative Tools |
POP3 Service Maka akan tampil POP3 Service seperti gambar dibawah ini :
Gambar POP3 Service Console
2. Klik pada nama server untuk contoh pada gambar nama servernya adalah DODOL
dan pada Jendela sebelah kanan klik menu New Domain. Maka akan tampil kotak
dialog Add Domain.
3. Isi isi nama domain misalnya amikgarut.ac.id pada windows Add Domain
kemudian klik OK.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
Selanjutnya anda tinggal membuat Account Mailbox untuk tiap user. Adpun cara
membuat mailboxnya adalah
1. klik pada domain amikgarut.ac.id yang telah anda buat tadi dan dijendela
sebelah kanan pilih menu Add Mailbox. Maka akan muncul kotak dialog Add
Mailbox
2. Isi nama mailbox untuk user beserta passwordnya kemudian klik OK.
3. Setelah itu akan muncul account mailbox yang anda buat.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
Untuk menambahkan account mailbox lainnya bisa anda lakukan dengan cara yang
sama.
Konfigurasi E-Mail Client di Windows
Berikut ini konfigurasi untuk e-mail client di windows XP adapun caranya adalah
sebagai berikut
1. Klik Start Menu | Program | Outlook Express, setelah Outlook Express terbuka
pilih menu Tools | Accounts.
2. Setelah muncul dialog Internet Account Klik Tab Mail. Klik tombol Add Mail
kemudian masukan nama lengkap user E-mail. Kemudian Klik Next.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
3. Isikan E-Mail address user yang telah terdaftar di account Mailbox pada mail
server kemudian klik Next.
4. Isikan Incoming mail server dan outgoing mail server sesuai dengan alamat
mail server anda (domain atau IP Public server anda jika ada ) misalnya :
222.124.20.18 kemudian klik Next.
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
5. Isikan Account Name sesuai dengan account mailbox yang anda buat misalnya
dedekurniadi@amikgarut.ac.id kemudian isikan passwordnya lalu klik Next
Komunitas eLearning IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003-2006 IlmuKomputer.Com
6. Klik Finish kemudian klik close untuk menutup jendela internet account.
Selesai untuk konfigurasi E-Mail Client menggunakan Outlook Express. Sekarang
anda sudah bisa mengirim dan menerima e-mail dengan menggunakan outlook
express.
Demikian uraian singkat membuat Mail server pada Sistem Operasi Windows 2003
server, catatan untuk latihan anda bisa mengimplementasikannya pada jaringan LAN,
jika anda ingin mail server anda bisa mengirimkan e-mail ke jaringan luar e-mail lain
(internet misal ke account yahoo.com, gmail.com, etc) server anda harus terhubung
keinternet, lebih bagus jika server anda telah mempunyai koneksi 24 jam dan
mempunyai ip public sendiri sehingga pengelolaan e-mail bisa anda kelola di server
anda.

Ditulis dalam TUTORIAL. 1 Comment »

Setting DHCP Windos 2000 Server

Installing DHCP
Installing DHCP on a Windows 2000 Server or Advanced Server is a fairly simple process. During the installation, you might get prompted to insert your Windows 2000 Server or Advanced Server CD (or locate the i386 folder on a local or network drive).

To install DHCP Service:

  1. Open the Control Panel and double-click Add/Remove Programs.
  2. Click Add/Remove Windows Components.
  3. Highlight Networking Services and click Details.
  4. Select Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) as shown in Figure A and click OK.
  5. Click Finish when prompted.
Figure A

Configuring your DHCP server
After you install a DHCP server, go to Start | Programs | Administrative Tools | DHCP to open the Windows 2000 console for managing the DHCP service (see Figure B).

Figure B

When setting up a DHCP server, the first thing you have to do is define a scope. A scope is a list of valid IP addresses you want the DHCP server to be able to assign to clients. When a machine requests TCP/IP information from the DHCP server, the information is provided from the scope you created.


Author’s note
Every DHCP server is required to have at least one scope. You can, however, create multiple scopes on a DHCP server to administer different subnets.


About scopes
When you create a scope, you must select the range of IP addresses and you must specify the appropriate scope options to include. These options are what we were referring to above when we mentioned that you can assign other network information to your clients at the time they are given an IP address.

There are two types of scope options: Global and Scope. Global options are propagated to all the scopes that you create on that DHCP server, while Scope options are only for the individual scope that you are working with. For example, if you have different scopes for several different subnets and each subnet will have a different default gateway but will share the same DNS servers, you would want to set the DNS servers as a Global option while the default gateways would be set separately in each scope as a Scope option.

Table A shows a list of all of the Global and Scope options available in a Windows 2000 DHCP server.

Table A
·  Time Offset ·  Trailer Encapsulation
·  Router ·  ARP Cache Timeout
·  Time Server ·  Ethernet Encapsulation
·  Name Servers ·  TCP Default Time-to-Live
·  DNS Servers ·  Keepalive Interval
·  Log Servers ·  Keepalive Garbage
·  Cookie Servers ·  NIS Domain Name
·  LPR Servers ·  NIS Servers
·  Impress Servers ·  NTP Servers
·  Resource Location Servers ·  Vendor Specific Info
·  Host Name ·  WINS/NBNS Servers
·  Boot File Size ·  NetBIOS Over TCP/IP NBDD
·  Merit Dump File ·  WINS/NBT Node Type
·  DNS Domain Name ·  NetBIOS Scope ID
·  Swap Server ·  XWindow System Font
·  Root Path ·  XWindow System Display
·  Extensions Path ·  NIS+ Domain Name
·  IP Layer Forwarding ·  NIS+ Servers
·  Nonlocal Source Routing ·  Boot Server Host Name
·  Policy Filter Masks ·  Bootfile Name
·  Max DG Reassembly Size ·  Mobile IP Home Agents
·  Default IP Time-to-Live ·  Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) Servers
·  Path MTU Aging Timeout ·  Post Office Protocol (POP3) Servers
·  Path MTU Plateau Table ·  Network News Transfer Protocol (NNTP) Servers
·  MTU Option ·  World Wide Web (WWW) Servers
·  All Subnets Are Local ·  Finger Servers
·  Broadcast Address ·  Internet Relay Chat (IRC) Servers
·  Perform Mask Discovery ·  StreetTalk Servers
·  Mask Supplier Option ·  StreetTalk Directory Assistance (STDA) Servers
·  Perform Router Discovery ·  Router Solicitation Address

If you create a scope and later run out of IP addresses, don’t fret. You can create an additional scope and your new scope will assign IP addresses where your previous scope ended.

To define a scope using the Create Scope Wizard:

  1. From the Action menu, select New Scope to launch the Create Scope Wizard, and then click Next.
  2. Type a name and description of your scope (Figure C) and click Next.
Figure C
  1. Enter the start and end IP addresses of your scope. Remember to also assign the appropriate subnet mask as well (Figure D). Click Next.
Figure D
  1. This window is where you specify all of your static IP addresses to exclude from your scope (Figure E). Add any exclusions and click Next.
Figure E
  1. Enter the amount of time the lease is active (Figure F) and click Next.
Figure F
  1. The next screen asks you whether you want to configure your DHCP options now or later. For this article, we will select Yes, I Want To Configure These Options Now and click Next.
  2. Enter your domain name and add the IP addresses for your DNS servers as shown in Figure G.
Figure G
  1. Enter the addresses of any WINS servers you configured on your network for resolving NetBIOS names into IP addresses, as shown in Figure H.
Figure H
  1. Choose Yes or No to indicate whether to activate your scope. There is still more work to be done, so we will choose No, as shown in Figure I.
Figure I
  1. Click Finish.

Superscopes
Some networks implement superscopes, which are collections of scopes that are grouped to allow multiple logical subnets on one physical network. For more information on creating superscopes, see Microsoft’s article Q161571: “Using DHCP ‘Superscopes’ to Serve Multiple Logical Subnets.”


Adding reservations
In addition to specifying exclusions, you can add reservations to your DHCP server. By adding a reservation, you ensure that a machine always receives the same IP address from the DHCP server.

To add a reservation:

  1. From the DHCP console, click the + sign next to the scope you created.
  2. Click Reservations and select Action | New Reservation, as shown in Figure J.
Figure J
  1. Enter a friendly name for the reservation and the IP address you want to assign to the computer or device.
  2. Enter the MAC address of the computer or device. (For Windows NT/2000 machines, you can find the MAC address by running ipconfig/all from the command prompt of the machine.)
  3. Enter a description and then choose the following reservation type: DHCP, BOOTP (going across a router), or both, as shown in Figure K. Click Add.
Figure K

Authorizing the DHCP server and activating scopes
Remember that after you install and configure your DHCP server, you will need to authorize your scope before it can be activated. Authorizing your DHCP server allows you to prevent hackers from configuring rogue DHCP servers.

To authorize your DHCP server:

  1. From the DHCP console, click on the DHCP icon.
  2. From the Action menu, select Manage Authorized Servers, as shown in Figure L.
Figure L
  1. Click Authorize and enter the name or IP address for your server (Figure M).
Figure M
  1. Now you’re ready to activate your DHCP server and bring it online. Click the scope you created and choose Activate from the Action menu (Figure N).
Figure N

Troubleshooting DHCP
After configuring DHCP, the easiest way to troubleshoot is to use Ipconfig from a command prompt in Windows NT/2000. To view all TCP/IP information on a machine. just typeipconfig/all from a command prompt. To release a DHCP lease, type ipconfig/release; to renew a lease, type ipconfig/renew.

On Windows 98 machines, you must use the Winipcfg utility to access TCP/IP information. You can access this utility by choosing Start | Run and typing winipcfg (Figure O). From there, you can click the Release and Renew buttons to access other options.

Figure O

ICS Ad-hoc Wireless Networks

Mungkin sudah ada yang tau tentang ini

But saya ingin berbagi turorial bagi yang belum tahu…

Misal kita punya laptop ber-wifi, di suatu tempat yang hanya punya 1 koneksi internet dan hanya ada 1 kabel UTP , sementara teman kita juga yang punya laptop ber-wifi ingin berinternet juga. So kita bisa gunakan yang namanya ICS Adhoc wireless network (make istilah yang keren ^^) yang berjalan pada Windows XP SP 2 ( penulis mencoba di xp sp2 ).

Sebagai langkah pertama kita, pastikan laptop kita terkoneksi ke internet melalui kabel utp, dengan parameter IP address, netmask, gateway, dan dns server. Misal IP 167.205.3.6 netmask 255.255.255.224 gateway 167.205.3.1 dan dns server 167.205.23.1 (sorry nih kalo bawa2 network nya ARC), tetapi kalau network anda sudah dhcp enable anda gak perlu pusing ngeset parameter ini, semua akan terset secara otomatis ^^.

Langkah kedua kita aktifkan ICS pada laptop kita.

  • Masuk ke Start → control panel → network connection, lalu klik kanan pada interface Ethernet kita yang tekonek internet dan pilih properties.
  • Masuk ke advance tab dan pilih allow other network users to connect through this computer’s internet connection., Check list pada boxnya . Unchecklist pada box allow other network users to control or disable this sharred network connection.
  • Klik OK

Langkah ketiga, membuat koneksi adhoc wireless network.

  • Masuk ke Start → control panel → network connection
  • Klik kanan di bagian interface wireless yang akan menjadi down link, lalu pilih properties
  • Masuk ke tab wireless networks, lalu pada dialog box preferred networks klik add
  • Masuk ke association tab lalu ketik nama SSID dari wireless anda, misal NGISING-NET
  • Bagian yang penting, pastikan anda check list box pada bagian this is computer-to-computer (ad hoc) network dan uncheck list box this key provided for me automatically
  • Pada bagian Network Authentication pilih Open, dan pada bagian Data encryption pilih mode WEP, namun bila anda merasa tidak perlu tinggal pilih disabled
  • Jika anda menggunakan encryption WEP, maka anda harus mengisi box network key (5/13 karakter), lalu ketik ulang key anda pada box confirm network key
  • Klik OK

Selesailah langkah mengeset ICS adhoc wireless network, di laptop teman kita tinggal hidupkan wifinya kemudian cari wifi dengan nama NGISING-NET (tergantung mengesetnya di awal). Tinggal konek ke wifi tersebut dan masukan WEP key yang sudah anda set (jika diset di awal).

One Response to “ICS Ad-hoc Wireless Networks”

Ditulis dalam Network. Leave a Comment »

Cara Share Internet dengan Router

Saya akan menuliskan cara share internet kabel, contohnya fastnet, indosat im2, dsb.
ada 2 cara untuk share internet kabel.
1. dengan build in router
2. dengan server
3. banyak variasi dari ke 2 cara di atas

cara untuk bagi koneksi internet kabel dengan 2 LAN card (dengan server) lihat disini

Saat ini saya akan menuliskan cara share internet kabel via router
Cara ini diperuntukan untuk pemula dan saya harap dapat membantu untuk share koneksi internet dengan cara yang semudah mungkin.

Cara share internet dengan router
ada 2 skema untuk share internet dengan router
1. cable modem + switch + router (semua sudah ada dalam 1 alat)
2. cable modem –> switch + router (modem tidak dilengkapi dengan router + switch)

cara 1:
alat yang di butuhkan
– 1 buah cable modem gateway switch router, contoh : Wireless-G Cable Gateway WCG200
– 4 kabel LAN (RJ45) yang di Straight, panjangnya bisa di sesuaikan dengan jarak modem ke router dan jarak router ke komputer.
Wireless-G Cable Gateway WCG200
pasang jaringan anda :
1. Hubungkan kable tv
2. Hubungkan power
3. Sambungkan port ke LAN card yang ada di komputer.

configurasi hampir sama dengan nomor 2

cara 2:
alat yang di butuhkan
– 1 buah cable modem (contoh: Cable Modem with USB and Ethernet Connections BEFCMU10)
– 1 buah switch router 4 port (contoh: Wireless-G Broadband Router WRT54G)
– 5 kable LAN (RJ45) yang di Straight, panjangnya bisa di sesuaikan dengan jarak modem ke router dan jarak router ke komputer.

Bagan jaringan

skema
pasang jaringan anda :
1. Hubungkan kable tv ke cable modem
2. Hubungkan power
3. Hubungkan kabel LAN (RJ45) dari cable modem ke router sesuai gambar
4. Sambungkan port ke LAN card yang ada di komputer.

selesai untuk pasang jaringannya. dengan settingan standar biasanya jaringan internal (jaringan rumah yg tidak konek ke internet) sudah bisa jalan, untuk wirelessnya bisa langsung di detect, biasanya SSID = linksys. ini masih untuk internal di dalam rumah, belum untuk internetnya ya.

Konfigurasi standar tidak bisa langsung konek ke internet, ini karena kebanyakan ISP mendetek MAC tiap LAN card. jadi harus clone MAC LAN card nya dulu baru internetnya bisa jalan.

Berikut ini adalah konfigurasi router, secara keseluruhan ini adalah konfigurasi default dari router. Yang tidak default hanya pada bagian clone MAC address (supaya bisa share internetnya).

Configurasi router

buka web browser anda (bisa Internet Explorer atau firefox atau browser yang lain) masukan address router http://192.168.1.1 , kalau error, coba masukan http://192.168.0.1

username: none(kosong), password: admin

configurasi linksys

A. Setup – MAC Address Clone
Enable -> masukan MAC LAN card/USB komputer pertama yang di pakai untuk internet (pastikan pertama kali anda mengunakan LAN card atau USB).

Note : untuk mudahnya browse configurasi router ini dengan komputer pertama yang terhubung ke internet. jadi tinggal ‘Clone Your PC MAC’. (hanya bisa dilakukan bila konek ke internet pertama kali melalui LAN card, bila memakai USB anda harus memasukan MAC address USB tersebut secara manual)

kenapa MAC perlu di clone? karena beberapa ISP mencatat MAC LAN card yang di pakai untuk terhubung ke internet. kalau MAC nya tidak di clone maka MAC nya akan lain dengan yang tercatat oleh ISP sehingga tidak akan mendapatkan IP dari DHCP server. karena di anggap berbeda.

B. Setup – Basic Setup
Internet Setup
pilih yang Automatic Configuration – DHCP,

Network Setup
Router IP 192.168.1.1
Network Address Server Settings (DHCP)
router ip

dhcp

C. Wireless – Basic Wireless Settings
Wireless Network
Wireless Network Mode : mixed
Wireless Network Name (SSID) : network name yang mau di pakai untuk jaringan WLAN(Wireless LAN) anda, contoh SSID: mywlantest
Wireless Channel: channel yang mau dipakai WLAN anda, default saja dulu
Wireless SSID Broadcast : network namenya di sebarkan atau tidak, untuk sementara di enabled saja dulu (recomended :setelah bisa konek dengan sukses sebaiknya di disable agar tetangga anda tidak mendeteksi network anda)

D. Wireless – Wireless Security

Security Mode : disabled (recomended pake WPA seandainya jaringan anda sudah jalan).

Konfigurasi Komputer Anda
Start -> Settings -> Control Panels -> Network Connections
Klik kanan -> Properties (pada Local Area Connection)
pada Tab -> general
cari This connection use the following items -> Internet Protocol [TCP/IP]
klik properties -> pada tab general pilih obtain an iP address automaticaly
note : artinya IP didapat dari DHCP server, yaitu router WRT54G.

note: cara setting bisa di lihat di internet atau di buka manual. ini adalah settingan standar supaya jaringan terbentuk dan bisa sharing internet. settingan kebanyakan DHCP. Kalau sudah bisa maka bisa di coba2 settingan yang lain, contohnya static ip, WPA key untuk WLAN, dsb.

Ringkasan konfigurasi Router :
semua configurasi/settingan router hampir sama, hanya ada perbedaan sedikit atau perbedaan letak saja.

biasanya yang standar
router setting
alamat webnya http://192.168.1.1 atau http://192.168.0.1
username, password tergantung tipe nya

Mac clone : clone MAC komputer yang pernah di pakai ke internet.

Internet Setup : Automatic Configuration – DHCP,

Network Setup
Router IP 192.168.1.1
Network Address Server Settings (DHCP)

Wireless Network
default

Wireless Security
default

kenapa saya pakai linksys untuk contoh? karena gambarnya saya dapat dengan mudah ^^, tinggal edit sedikit utk kasih tau letak kabel dan colokan power dan kabel tv nya. untuk modem, biasanya tidak butuh konfigurasi macam2.

untuk konfigurasi router yang agak merepotkan “kalau” belum pernah mencoba, kalau sudah mencoba dijamin mau configurasi router yang manapun pasti bisa (untuk config standarnya loh)

untuk modem saya memakai askey modem yang paket dari indosat m2. untuk wireless router saya memakai linksys dan juga 3com.

Ditulis dalam Network. Leave a Comment »

Cara Install Mikrotik ROuter Os

Hem… mikrotik mendengar namanya mungkin udah gak asing lagi, banyak orang-orang sudah menggunakannya, namun buat yang masih newbie mungkin sedikit aneh apa seh itu mikrotik? ok Saya akan sedikit jelaskan, mikrotik adalah sebuah produk dari sebuah perusahaan IT, yang memproduksi software untuk membuat router yang handal dan tangguh serta lengkap dengan filtur-filtur selayaknya router, juga memproduksi hardware seperti wireless radio dan ethernet card. Pada kesempatan kali saya akan memberikan langkah-langkah install mikrotik router Os pada sebuah PC

  1. Booting komputer dengan first boot device CD-ROM
  2. Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yang mau di install, pilih sesuai kebutuhan yang akan direncanakan
  3. Ketik “ i “ setelah selesai memilih software, lalu akan menu pilihan seperti ini :
  • Do you want to keep old configuration ? [y/n]ketikY
  • Continue ? [y/n]ketikY

Setelah itu proses installasi system dimulai, disini kita tidak perlu membuat partisi hardisk karena secara otomatis dia akan membuat partisi sendiri

  1. Setelah proses installasi selesai maka kita akan di minta untuk merestart system, tekan enter untuk merestart system
  2. Setelah computer booting kembali ke system mikrotik, akan ada pilihan untuk melakukan check system disk, tekan “ y “
  3. Setelah itu akan muncul menu login:
  • user=admin
  • password=(kosong enter saja)
  1. Untuk software license tekan “ y “ . Lalu enter beberapa kali sampai muncul prompt untuk command line

Selesai sudah cara install Mikrotik Router Os pada PC anda setelah itu anda tingal konfigurasi systemnya agar menjadi router yang tangguh dan handal

Cara Download Video Dari YouTube

Anda pasti sering menonton video-video menarik dari laman YouTube.com dan teringin untuk mendownloadnya supaya dapat ditonton pada komputer peribadi anda pada bila-bila masa. Di sini, saya kongsikan sedikit tips dan cara-cara untuk mendownload dan menonton video YouTube.

PERTAMA

Pergi ke laman http://www.flvsoft.com/download_flv/ untuk mendownload sebuah software yang dipanggil FLV Downloader.

FLV ialah singkatan bagi Flash Video, iaitu format video yang digunakan YouTube. Jadi video yang bakal anda download akan berupa format FLV juga. Dalam software FLV Downloader ini, anda akan dapat 3 dalam 1, iaitu software pendownload video FLV, pemain video FLV, dan juga FLV Converter jika anda ingin menukar format video tersebut kepada *.mpg atau *.avi dan sebagainya.

Setelah selesai download, install software FLV Downloader tersebut dengan mengikut ‘on-screen instructions’ sebagaimana anda install software-software lain juga.

KEDUA

Buka software FLV Downloader dan tekan ‘NO’ jika paparan seperti gambar di bawah ini keluar.

Sekarang anda sudah 50% untuk mendapatkan video-video YouTube dalam komputer anda.

KETIGA

Pergilah ke YouTube dan pilihlah mana-mana video kegemaran yang ingin anda donwload. Kemudian ‘select’ URL video tersebut seperti dalam gambar di bawah dan ‘right click’ dan pilih ‘copy’.

KEEMPAT

Sekarang pergi ke software FLV Downloader dan tekan ‘New’ dan ‘paste’ URL yang telah di ‘copy’ dari YouTube dengan cara ‘right-click’ dan ‘paste’ pada ruangan “Please input FLV downloaded URL:” seperti gambar di bawah.

Kemudian tekan ‘ADD’ dan video tersebut akan mula di download seperti gambar dibawah.

KELIMA

Setelah selesai download, anda boleh memainkan video tersebut dengan ke folder My Documents –> Downloaded FLV…..