Macam – macam Register

A. General Purpose Register
  1. AX (16 bit), terdiri dari AH (high byte/8 bit), AL (low byte/8 bit)
  2. Secara khusus sebagai Accumulator dan register serbaguna yang berfungsi sebagai masukan, atau menampung hasil proses / perhitungan (add, sub, mul, dan div) dan sering untuk menyimpan data sementara. Banyak instruksi yang dioptimasikan unjuk kerjanya jika beroperasi pada register accumulator. Pengoperasian data yang disimpan di accumulator sedikit lebih cepat dibanding bila data disimpan di register lain. Pada operasi pembagian, jika bilangan pembagi besarnya 16 bit, bilangan yang dibagi ditampung di pasangan register DX:AX. Setelah pembagian hasil ditampung di AX sedang sisa hasil bagi di DX.Bila bilangan pembagi besarnya 8 bit, bilangan yang dibagi ditempatkan di AX. Setelah pembagian, hasil bagi ditempatkan di AL sedang sisa hasil bagi di AH. Pada operasi perkalian, accumulator menampung bilangan yang akan dikalikan. Hasil perkalian ditempatkan di register AX. Pada operasi I/O ke dan dari port, accumulator menampung data yang akan ditransfer.
  3. BX (16 bit), terdiri dari BH (high byte.bit), AL (low byte/8 bit)
  4. Secara spesifik sebagai Base juga dan register serbaguna yang merupakan salah satu dari dua register base Addressing mode (penunjuk basis alamat), yang dapat mengambil atau menulis langsung dari/ke memory dengan segment DS (Data Segment) serta dapat dipakai sebagai pointer pada suatu basis data misalnya.

  5. CX (16 bit), terdiri dari CH (high byte.bit), CL (low byte/8 bit)
  6. Secara spesifik sebagai Counter untuk meletakkan jumlah lompatan pada LOOP yang dilakukan, misal sebagai penunjuk berapa banyak perhitungan dilakukan. Berfungsi untuk menampung cacah perulangan suatu operasi (loop, string, shift, dan rotate). Register ini dapat dipakai sebagai penyimpan data sementara.

  7. DX (16 bit), terdiri dari DH (high byte.bit), DL (low byte/8 bit)
    • Membantu AX dalam proses perkalian dan pembagian, terutama perkalian dan pembagian 16 bit
    • DX merupakan register offset dari DS
    • Menunjukkan nomor port pada operasi port
    • Dipakai sebagai penampung sementara data. Dipakai berpasangan dengan register AX, operasi perkalian dan pembagian 16 bit. Pada operasi
    • I/O ke dan dari port, DX menampung port yang akan diakses.
  8. Secara spesifik sebagai Data juga sebagai register serbaguna yang digunakan sebagai penampung data tertentu (karakter, pointer, penentuan disk). 4 tugas pokok register DX :

    AX / BX / CX / DX
    15 14 13 12 11 10 09 08 07 06 05 04 03 02 01 00 ———————————————–
    AH / BH / CH / DH           AL / BL / CL / DL
    Dari fungsi-fungsi register AX, BX, CX, DX dapat digolongkan sebagai register ‘Data’ karena kegunaan dan pemanfaatannya yang cenderung ke penampungan data, selain memiliki fungsi spesifik tetapi dapat saling tergantung.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: